Hepatitis adalah jenis penyakit yang menyerang hati manusia. Orang yang terserang akan menunjukkan
reaksi peradangan yang menyebabkan kerusakan sel hati , atau hepar. Hepatitis yang dikenal dalam dalam kedokteran terdiri dari berbagai tipe, yaitu Hepatitis A, B, C, D, E, F dan G. Yang paling sering dijumpai adalah hepatitis A dan B.

Saat virus masuk ke hati

Organ hati berfungsi membantu proses metabolisme zat-zat di dalam tubuh. Ibarat alat penetral tubuh, hati
bekerja melawan berbagai penyakit. Misalnya jika virus hepatitis masuk ke dalam tubuh, maka hati akan bekerja
dan melawan virus tersebut. Bagaiman cara kerja hati ?
Mula-mula sistem kekebalan tubuh berusaha mengenali virus yang masuk. Setelah itu sebagian sel-sel sistem
akan membentuk zat anti, kemudian sebagian lagi akan berusaha menghancurkan sel hati yang dihinggapi
virus hepatitis. Zat anti dan sel darah putih akan bekerja sama melenyapkan virus. Reaksi kekebalan tubuh inilah
yang menyebabkan terlihatnya gejala klinis seseorang yang terkena infeksi virus hepatitis.

Hepatitis A
Perbedaan yang mencolok antara Hepatitis A dan B adalah hepatitis A membuat penderita merasa sakit hebat
sedangkan hepatitis B tak selalu memperlihatkan gejalanya tapi dapat menyebabkan kanker hati . Hepatitis A
biasanya bersifat akut.
Gejala klinisnya :
mual, demam,lesu, lemas, tidak nafsu makan, sebagian besar tubuh tampak menguning, terutama kulit dan mata.
Sebagian mengeluh sakit pada perut bagian atas. Kadang-kadang penderita gatal-gatal, air seni berwarna kuning.
Warna kuning muncul karena adanya penumpukan zat bilirubin dan zat empedu akibat terganggunya fungsi
hati. Pada kondisi tertentu terdapat kondisi yang disebut hepatitis kronik. Mereka merasa sehat sekalipun virus
hepatitis bercokol dalam tubuhnya.
Penularan :
Ditularkan melalui dari makanan/ minuman atau kotoran yang tercemari virus hepatitis A. Biasanya penyakit
ini mudah tersebar ke tempat yang sanitasinya kurang baik.

Hepatitis B

Jika Hepatitis A merupakan penyakit akut, maka hepatitis B biasanya bersifat kronik (penyakit menahun)

yang beresiko tinggi terhadap terjadinya kompilasi seperti mengerutnya jaringan hati sampai kanker hati.
Masalahnya para pengidap hepatitis kronik sering tidak menampakkan gejala hepatitis, sehingga mereka
umumnya merasa sehat. Padahal penyakit itu tidak hanya berbahaya bagi penderita tapi juga lingkungannya,
karena sangat mudah menular. Seorang wanita hamil yang menderita hepatitis B tidak hanya dapat menulari
suami tapi juga janinnya. Untuk mencegah bayi terulari hepatitis B, diberikan imunisasi hepatitis B
Penularan :
Terjadi melalui pembuluh darah, misalnya melalui jarum suntik, tindik telinga, akupuntur, sunat,
pemberian transfusi darah yang tercemar virus tersebut, melalui kulit yang luka. Juga melalui hubungan intim.
Virus hepatitis B sangat menular bahkan 100 kali lebih menular dibandingkan virus AIDS.

Tipe hepatitis lainnya :

Hepatitis C : Penularan melaui cairan tubuh dan berbahaya seperti hepatitis B
Hepatitis D : sangat berbahaya dan mematikan tapi masih jarang ditemui
Hepatitis E : Hampir sama denganhepatitis A dan sering ditemukan di india.
Hepatitis F : hampir sama dengan hepatitis B dan dapat menyebabkan kematian
Hepatitis G : belum banyak diketahui sifat-sifatnya.

Pengobatan :
Hingga saat ini belum ada obat (medis ) yang dapat melawan berbagai virus akibat hepatitis. Pengobatannya
lebih berupa mengobati gejalanya. Misalnya jika penderita demam akan diberi obat anti demam, bila mual
akan diberi obat anti mual dsb.