Remaja tetap membutuhkan asupan nutrisi yang
baik agar perkembangan dan pertumbuhannya lebih maksimal. Namun ada
beberapa masalah gizi yang kerap menyerang kaum remaja.
Saat
remaja terjadi perubahan fisiologis yang bisa mempengaruhi kebutuhan
gizi termasuk untuk pertumbuhan yang cepat, biasanya pertumbuhan cepat
lebih banyak terlihat pada remaja laki-laki. Namun remaja kadang memilih
makanan yang tidak tepat sehingga mempengaruhi asupan gizi yang masuk
ke tubuhnya.
Berikut ini beberapa masalah gizi yang banyak menyerang kaum remaja, seperti dikutip dari BBCHealth, Senin (16/1/2012) yaitu:
1. Kekurangan zat besi
Kondisi
ini merupakan hal yang paling umum dijumpai. Pertumbuhan yang cepat
ditambah dengan gaya hidup dan pilihan makanan yang buruk bisa
mengakibatkan remaja mengalami anemia akibat kekurangan zat besi,
terutama pada remaja putri ketika ia sudah mengalami menstruasi.
Sumber
makanan utama yang mengandung zat besi adalah daging merah, sereal,
buah kering, roti dan sayuran berdaun hijau. Sumber zat besi yang
berasal dari non-daging membutuhkan asupan nutrisi lain untuk
meningkatkan penyerapannya seperti makanan kaya vitamin C (jeruk,
blackcurrant dan sayuran berdaun hijau), sedangkan zat tanin yang
terkandung dalam teh bisa mengurangi penyerapan zat besi.
2. Kekurangan kalsium
Survei
menemukan sekitar 25 persen remaja memiliki asupan kalsium lebih rendah
dari yang direkomendasikan sehingga berdampak terhadap kesehatan
tulangnya di masa depan, salah satunya adalah osteoporosis yang membuat
tulang rapuh dan mudah patah.
Tulang akan terus tumbuh dan
diperkuat sampai usia 30 tahun dan masa remaja adalah waktu yang sangat
penting untuk perkembangan ini. Nutrisi yang diperlukan seperti vitamin
D, kalsium dan fosfor.
Sumber kaya kalsium yang sebaiknya
dikonsumsi adalah susu dan produk susu, misalnya segelas susu, 150 gram
yogurt dan sepotong keju ukuran kecil. Jika tidak bisa mengonsumsi
produk susu, maka konsumsilah susu kedelai yang sudah difortifikasi,
atau jika takut dengan kandungan lemak pilihlah susu yang rendah lemak
(low fat).
3. Kekurangan gizi akibat salah diet
Berbagai
studi melaporkan kaum remaja terutama perempuan banyak yang tidak puas
dengan berat badannya, sehingga melakukan diet dengan cara yang salah
seperti melewatkan waktu makan, menghindari daging merah, tapi
mengonsumsi makanan ringan dan bergula.
Hal ini bukanlah pilihan
yang tepat dan sehat karena pada usia tersebut tubuh mengalami
percepatan pertumbuhan yang menuntut adanya peningkatan nutrisi. Jika
diet yang dilakukan salah maka tubuh akan mendapatkan nutrisi yang
penting dalam jumlah kecil atau tidak sama sekali.
Sebaiknya
konsumsilah makanan secara masuk akal, olahraga teratur, mengurangi
makanan bergula dan banyak lemak untuk mengurangi kelebihan kalori
sambil tetap mempertahankan nutrisi yang masuk. Selain itu masa-masa
remaja merupakan waktu yang banyak menyebabkan perkembangan gangguan
makan.
0 komentar:
Post a Comment